SELAMAT DATANG

Selamat Datang di Blog "Nafiri Sion"... blog yang berisi Pengajaran Kabar Penganten Kristus... hanya untuk berbagi informasi dan sharing tentang Kebenaran Firman Tuhan... Tuhan Yesus memberkati

Usaha Tanpa Pengetahuan - Roma 10:1-3


USAHA TANPA PENGETAHUAN
RUM 10:1-3


Rasul Paulus adalah seorang rasul keturunan campuran Yahudi dan kafir. Tuhan memanggil dan melantik dia untuk menjadi rasul bagi orang kafir (diluar bangsa Israel), perhatikan Kisah Rasul 9:15 dan Kisah Rasul 13:2 :

“Tetapi sabda Tuhan kepadanya, "Pergilah engkau, karena ialah suatu alat yang terpilih bagi-Ku akan memasyhurkan nama-Ku kepada segala orang kafir dan raja-raja, dan bani Israel pun”.
Kisah Rasul 9:15

“Sedang mereka itu mengerjakan sembahyang kepada Tuhan serta puasa, maka kata Rohulkudus asingkanlah bagiku Barnabas dan Saul supaya mereka itu melakukan pekerjaan yang aku untukkan kepada mereka itu”. Kisah Rasul 13:2

Dalam Galatia 2:9 nampak adanya pembagian tugas antara Rasul Paulus dan rasul-rasul yang lain. Rasul Petrus, Yakub dan Yahya menjadi rasul untuk orang Yahudi (Israel), tetapi Rasul Paulus dan Barnabas menjadi rasul bagi orang kafir. Namun Rasul Paulus tidak hanya terbeban akan keselamatan orang-orang kafir, tetapi juga mempunyai beban didalam hatinya untuk keselamatan orang-orang Yahudi yang dianggap sebagai saudara dan keluarganya, perhatikan Rum 9:1-4 :

“Maka dengan nama Kristus aku mengatakan kebenaran, tiada aku berdusta, (perasaan hatikupun menyaksikan berserta dengan aku didalam Rohulkudus)”. Ayat 1  

“Bahwa aku sangat berdukacita dan susah yang tiada berkeputusan didalam hatiku”. Ayat 2.

“Karena aku sendiri rela terlaknat dijauhkan daripada Kristus karena saudara-saudaraku, keluargaku yang sedaging sedarah”. Ayat 3.

“Yaitu orang-orang Israel yang ada hak menjadi anak angkat, dan kemuliaan Allah dan pakat setia dan torat, dan ibadat, dan segala perjanjian Allah”. Ayat 4.

Dalam Rum 11:11-24 Rasul Paulus mengatakan bahwa umat Israel adalah pohon zaitun asli dan orang kafir adalah pohon zaitun hutan yang ditempelkan pada pohon zaitun asli, karena patahnya beberapa cabang/tangkai daripada zaitun asli.

Bahkan Rasul Paulus mengatakan dirinya sebagai orang Israel yang sejati artinya tidak bercampur darah kafir karena sejak kecil ia bergaul dengan orang-orang Israel dan ia mendapat pendidikan dari seorang guru besar orang Yahudi yang terkenal yaitu Gamaliel Kisah Rasul 22:3 :

Aku ini orang Yahudi, lahir di Tarsus, di tanah Kilikia, tetapi dididik di dalam negeri ini, berguru kepada Gamaliel yang telah mengajarkan dengan tertibnya hukum nenek moyang kita, dan dengan gairah pula aku beribadat kepada Allah sama seperti kamu sekalian pada hari ini”.

Rasul Paulus adalah salah seorang murid yang terpandai dan tiada ia bercela dalam hukum Torat perhatikan Galatia 1:14 :

dan majulah aku di dalam agama Yahudi lebih daripada kebanyakan orang yang sebaya dengan aku, sebab teramat sangat usaha atas segala adat-istiadat nenek moyangku”.

Dalam Pilipi 3:1-8 Rasul Paulus mengatakan bahwa dia berasal dari keturunan Benyamin. Benyamin artinya tangan kanan Allah.


Rum 10:1 : Hai saudara-saudaraku, kehendak hatiku dan doaku kepada Allah yaitu karena orang Israel supaya mereka itu beroleh selamat”.

Rasul Paulus dalam hatinya mempunyai kerinduan dan dalam doanya kepada Tuhan berharap supaya orang-orang Israel memperoleh keselamatan. Perhatikan kembali doa Rasul Paulus dalam  Rum 9:1-4. Karena meskipun Rasul Paulus dipanggil dan ditugaskan untuk menjadi Rasul bagi bangsa-bangsa lain, tetapi sebagai orang yang mempunyi darah keturunan Yahudi Paulus sangat terbeban untuk keselamatan bangsa Israel.

Rum 10:2 : “Karena aku menyaksikan bagi mereka itu, bahwa mereka itu ada suatu usaha kepada Allah, tetapi tiada dengan berpengetahuan”.

Tetapi dalam ayat 2 ini nampak penyesalannya untuk umat Israel yang dikasihinya sebagai saudaranya dan bangsanya. Bahwa mereka ada suatu usaha kepada Allah, mereka giat dalam Tuhan tetapi tanpa disertai dengan pengetahuan yang benar. Bukan berarti bahwa umat Israel bodoh dalam pengetahuan dunia, karena mereka adalah bangsa pilihan Allah dan mereka mempunyai pengetahuan yang luar biasa dalam hukum Torat dan segala syaratnya, tetapi dalam hukum anugerah dan kebenaran maka mereka menjadi bodoh sehingga mata rohani mereka tertutup, karena menentang hukum Anugerah dan Kebenaran yang dibawakan oleh Tuhan Yesus perhatikan Yahya 1:17 :

“Karena Torat sudah diberi oleh Musa, tetapi anugerah  dan kebenaran sudah didatangkan oleh Yesus Kristus”.

Sehingga Tuhan Yesus Kristus menyampaikan kepada murid-muridnya, kepada kamu diberi karunia mengetahui rahasia kerajaan Allah, tetapi kepada mereka tiada diberi, karena mereka tidak berpengetahuan didalam kebenaran Firman Allah, perhatikan Matius 13:11 :  “Maka jawab Yesus sambil berkata kepada mereka itu, "Bahwa kepada kamu diberi karunia mengetahui segala rahasia kerajaan surga, tetapi kepada mereka itu tiada dikaruniakan”.
Rum 10:3 “Karena sebab tiada mengenal kebenaran Allah, dan sebab hendak mendirikan kebenarannya sendiri, maka tiadalah mereka itu menaklukkan dirinya kepada kebenaran Allah”.


Oleh karena itu mereka tetap menolak hukum Anugerah dan Kebenaran sedangkan hukum Torat dan segala syaratnya sudah berakhir pada waktu Tuhan Yesus Kristus mati dikayu salib perhatikan Epesus 2:15 : “sesudah dilenyapkan-Nya hukum Taurat dengan segala syariatnya, supaya dijadikannya di dalam diri-Nya kedua pihak itu satu manusia yang baharu dengan mengadakan perdamaian”.

Hukum Torat diganti dengan hukum Anugerah dan Kebenaran yang bertitik tolak pada Yahya 3:5 : “Maka jawab Yesus, "Sesungguh-sungguhnya Aku berkata kepadamu: Jikalau barang seorang tiada diperanakkan daripada air dan Roh, tiada boleh ia masuk ke dalam kerajaan Allah”.

Kemudian diteguhkan lagi oleh Rasul Petrus dalam Kisah Rasul 2:38 : Maka kata Petrus kepada mereka itu, "Hendaklah kamu bertobat dan berbaptis masing-masing kamu dengan nama Yesus Kristus akan jalan keampunan dosamu, lalu kamu akan beroleh anugerah Rohulkudus”.

Umat Israel menolah datangnya hukum Anugerah dan Kebenaran karena berusaha mempertahankan hukum Torat dan segala syariatnya dengan alasan bahwa mereka sudah dipilih oleh Allah menjadi bangsa yang kudus, bandingkan dengan Keluaran 19:4-5.

19:4 Kamu telah melihat perkara yang sudah Kubuat akan orang Mesir, maka Aku telah mendukung kamu serasa di atas sayap burung nasar dan Aku telah mendatangkan kamu kepada-Ku.
19:5 Maka sekarang, jikalau selalu kamu turut firman-Ku serta kamu memeliharakan perjanjian-Ku, maka dari pada segala bangsa kamulah menjadi milik-Ku, karena segenap bumi juga Aku yang empunya dia.
Bahkan mereka adalah satu-satunya bangsa yang Tuhan kenal, perhatikan Amos 3:2 : ”Dari pada segala bangsa yang di atas bumi hanya kamu yang sudah Kukenal, maka sebab itu juga Aku akan membalas kepadamu segala kejahatanmu.
Sebab apabila mereka menerima hukum Anugerah dan Kebenaran berarti rencana Tuhan bagi mereka akan berubah, karena bangsa kafir yang dahulu menjadi musuh akan menjadi milik Tuhan bersama dengan mereka perhatikan Epesus 2:14-16.



2:14 Karena Ia sendiri menjadi perdamaian kita, yang menjadikan dua pihak itu satu dan merobohkan dinding penyekat yang di tengah, yaitu perseteruan itu, dengan menyerahkan tubuh-Nya,
2:15 sesudah dilenyapkan-Nya hukum Taurat dengan segala syariatnya, supaya dijadikannya di dalam diri-Nya kedua pihak itu satu manusia yang baharu dengan mengadakan perdamaian,
2:16 supaya boleh memperdamaikan keduanya itu menjadi satu tubuh kepada Allah oleh sebab salib itu, dengan melenyapkan perseteruan di situ.
Karena didalam hukum Anugerah dan Kebenaran melalui pengorbanan Kristus, maka umat Israel dan umat kafir menjadi satu bandingkan dengan Galatia 3:28 : ”Maka tiada lagi orang Yahudi atau orang Gerika, tiada lagi abdi atau orang merdeka, tiada lagi laki-laki atau perempuan; karena kamu ini sekalian menjadi satu di dalam Kristus Yesus.
Bandingkan dengan 1 Petrus 2:9-10 :

2:9 Tetapi kamu inilah suatu keluarga yang terpilih, suatu imamat yang berkerajaan, suatu bangsa yang kudus, suatu kaum milik Allah sendiri, supaya kamu memasyhurkan segala kebaikan Tuhan, yang telah memanggil kamu keluar dari dalam gelap masuk ke dalam terang-Nya yang ajaib itu;
2:10 yaitu kamu yang dahulunya "bukan umat", tetapi sekarang ini menjadi "umat Allah"; yang dahulu belum beroleh rahmat, tetapi sekarang ini telah beroleh rahmat.
Adapun sifat daripada umat israel adalah sama dengan sifat Nabi Yunus yaitu tidak menghendaki bangsa kafir itu selamat, berarti hanya mementingkan bangsa sendiri. Oleh karena itu pandangan Rasul Paulus umat Israel itu ada usaha kepada Allah tetapi tiada dengan berpengetahuan sebab tidak mau menerima hukum Anugerah dan Kebenaran.
     
Memperhatikan Rum 10:1-3 dimana hal yang sama bagi gereja Tuhan akhir zaman ini yaitu banyak hamba Tuhan dan anak Tuhan (Sidang Jemaat) yang ada usaha kepada Allah tetapi tiada berpengetahuan kepada Allah, dimana mereka suka berkorban, suka berbakti kepada Allah dan sebagainya, tetapi mereka buta didalam kebenaran Firman Allah sehingga pelajaran mereka itu bukan dikendalikan oleh Tuhan tetapi oleh akal-akal manusia yang dikatakan oleh Tuhan Yesus Kristus bahwa semuanya itu akan sia-sia adanya Matius 15:8-14. Jadi karena mereka tidak mengetahui rahasia Firman Allah sehingga ibadat mereka itu tidak ada gunanya.

Karena hikmat dan pengetahuan dalam Firman Tuhan menentukan keselamatan kita perhatikan Yesaya 33:6 :  maka sebab itu hikmat dan pengetahuan akan menjadi ketentuan hal selamatmu, suatu kelimpahan besar dari pada pelbagai selamat, maka takut akan Tuhan itulah akan harta benda mereka itu!”

Dikatakan bahwa hikmat dan pengetahuan menentukan selamat yang dalam hal ini yang terutama adalah hikmat dan pengetahuan dalam Firman Allah. Sebab kalau tidak mempunyai pengetahuan dalam Firman Allah maka kita akan tersesat. Sebab itu perlu kita mengetahui rahasia Firman Allah dengan benar, dan Firman Allah juga yang memberi jalan kepada kita untuk mengetahui rahasia-rahasia tersebut dengan memperhatikan Yermia 33:3 : Berserulah olehmu kepada-Ku, maka Aku kelak menyahut kepadamu dan Aku akan memberitahu kepadamu perkara yang besar-besar dan perkara yang terlindung, yang tiada kauketahui”.

Dan Tuhan Yesus sampaikan dalam Matius 7:7-8 :

7:7 Pintalah, maka akan diberi kepadamu; carilah, maka kamu akan mendapat; ketuklah pintu, maka pintu akan dibukakan bagimu.
7:8 Karena tiap-tiap orang yang meminta, ialah menerima; dan yang mencari, ialah mendapat; dan yang mengetuk pintu, baginyalah pintu akan dibukakan.
Dalam zaman gereja ini untuk mengetahui segala rahasia kebenaran Firman Allah atau pelajaran yang langsung dari Tuhan, maka Tuhan menunjuk jalan yang terutama adalah setelah lahir baru daripada air dan Roh harus berusaha untuk memperoleh karunia-karunia Rohulkudus yang terdapat dalam         1 Korintus 12:8-11. Karena karunia-karunia Rohulkudus itulah yang akan mengajarkan kepada kita tentang rahasia kebenaran Firman Allah perhatikan 1 Yahya 2:27 :

Adapun kamu ini, maka karunia Roh yang telah kamu peroleh daripada-Nya itu tinggal di dalam kamu, dan tak usah kamu diajar oleh seorang pun lagi; melainkan karunia-Nya itu memberi kamu pengajaran dari hal segala perkara, dan sungguhlah karunia itu bukannya palsu, dan seperti kamu sudah diajarnya, maka tinggallah kamu di dalam Di”.

Sehingga kita dipenuhi dengan hikmat dan pengetahuan dari Tuhan. Apabila belum puas dengan cara 1 Yahya 2:27 maka ada jalan yang utama lagi yaitu meminta pewahyuan pengajaran langsung daripada Tuhan, perhatikan Galatia 1:11-12 dan Efesus 3:3-4.

Karena aku memaklumkan kepadamu, hai saudara-saudaraku, bahwa Injil yang telah kuberitakan itu, bukanlah pendapatan manusia. Ayat 11
Karena bukannya aku ini sudah menerima dia daripada manusia, dan bukannya pula ia itu kupelajari, melainkan oleh wahyu daripada Yesus Kristus. Ayat 12
 Epesus 3:3-4:
“Yaitu bahwa rahasia itu sudah dinyatakan kepadaku dengan jalan wahyu seperti yang telah kusuratkan dengan ringkasnya”. Ayat 3
“Dengan itu, apabila kamu membaca, bolehlah kamu mengetahui pengertianku akan rahasia Kristus”. Ayat 4

Rasul Paulus mendapat pewahyuan dari Tuhan, bukan saja melalui karunia kelompok A (1 Yahya 2:27), tetapi juga melalui wahyu pengajaran (Galatia 1:11-12) dimana Tuhan langsung berhadapan dengan dia dan mengajar. Demikian juga Rasul Yahya menerima pengwahyuan dari Tuhan yang nampak dalam Kitab Wahyu dalam Wahyu 1-3, Tuhan menampakkan diriNya dalam penglihatan dibumi, lalu Tuhan menampakkan kepada Rasul Yahya tentang keadaan 7 sidang di Asia kecil, kemudian dalam Wahyu 4 dan seterusnya Tuhan menampakkan kepadanya tentang akhir zaman yaitu tentang 7 meterai sampai pada dunia baru.

Adapun gereja Tuhan pada akhir zaman ini bukan lagi menerima pewahyuan Firman tetapi pewahyuan pengajaran yaitu rahasia Firman yang masih tersembunyi akan diungkapkan oleh Tuhan supaya hamba Tuhan tidak akan salah mengajar atau berkhotbah sehingga gereja Tuhan akan terhindar dari kebodohan tentang Firman Allah.

Karena ada Hamba Tuhan yang berdiri teguh pada Firman Allah (66 Kitab) yaitu tidak menambah dan tidak mengurangi Firman Allah akan tetapi dalam penguraian Firman Allah itu ia bodoh yang mengakibatkan dia tersesat dan menyesatkan.

Contoh : Ada hamba Tuhan yang mengatakan bahwa garam itu adalah Rohsuci, sedangkan pengertian yang sesungguhnya adalah bahwa gereja Tuhan harus menjadi berkat ditengah-tengah dunia.

Oleh karena itu perlu memiliki hikmat dan pengetahuan karena jika bodoh dalam pengetahuan kebenaran Firman Allah maka akan binasa perhatikan Hosea 4:6 : “Bahwa umat-Ku dibinasakan sebab mereka itu tiada berpengetahuan, melainkan kamu sudah mencelakan pengetahuan, sehingga Kutolak akan kamu, supaya jangan kamu melakukan imamat”.

Bahwa umat Israel binasa karena tidak berpengetahuan,  hubungkan dengan perkataan Tuhan Yesus kepada orang-orang Farisi sebagai tokoh agama di kalangan orang Yahudi, dalam Matius 22:29 : “Maka jawab Yesus serta berkata kepada mereka itu, "Kamu sesat, sebab tiada mengetahui isi Alkitab atau kuasa Allah”.

Semoga hikmat dan pengetahuan dari Tuhan melimpah dalam kehidupan kita.
Tuhan Yesus memberkati.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar