SELAMAT DATANG

Selamat Datang di Blog "Nafiri Sion"... blog yang berisi Pengajaran Kabar Penganten Kristus... hanya untuk berbagi informasi dan sharing tentang Kebenaran Firman Tuhan... Tuhan Yesus memberkati

Tiga Macam Gereja Tuhan - Matius 24:19-22

TIGA MACAM GEREJA TUHAN
Matius 24:19-22


Injil Matius 24 berisi nubuatan tentang peristiwa-peristiwa yang akan terjadi di akhir zaman menjelang kedatangan Tuhan. Pada waktu berada diatas bukit Zaitun, murid-murid bertanya kepada Tuhan, kapan semuanya itu akan terjadi dan apakah tanda kedatangan Tuhan dan kesudahan alam. Ada beberapa peristiwa yang akan terjadi yang dinubuatkan oleh Tuhan dan berhubungan dengan Wahyu 6.

1.    Matius 24:3-5 = Wahyu 6:1-2  -  Materai I - Kuda Putih berbicara tentang Kristus Palsu.
2.    Matius 24:6-7a= Wahyu 6:3-4 - Materai II - Kuda Merah berbicara tentang Perdamaian dunia sudah dicabut.
3.   Matius 24:7b–8 = Wahyu 6:5-6 - Materai III - Kuda Hitam berbicara tentang Kelaparan dan kesusahan menimpa dunia.
4.   Matius 24:9–14 = Wahyu 6:7–8 - Materai IV - Kuda Kelabu berbicara tentang Pertarungan antara terang dan gelap, antara Pekabaran yang benar dan Pekabaran yang palsu dan akal, dan munculnya Kabar Penganten.
5.   Matius 24:15–21 = Wahyu 6:9-11 - Materai V berbicara tentang mati syahid besar-besaran mengenapi bilangan.
6.   Matius 24:22-31 = Wahyu 6:12-17 - Materai VI berbicara tentang munculnya Gereja Terpilih dan keangkatan Gereja Tuhan.

Banyak orang beriman yang akan gugur dari iman dan kasihnya menjadi tawar. Sementara segala peristiwa tersebut diatas terjadi, maka Injil Kerajaan ini akan dimasyurkan keempat penjuru alam menjadi kesaksian bagi segala bangsa (ayat 14). Injil Kerajaan adalah kabar sukacita dari Surga karena Tuhan Yesus sebagai Raja diatas segala raja sementara mencari permaisuriNya.

Pada waktu Injil Kerajaan ini dimasyurkan akan semakin nampak keadaan Gereja Tuhan yang ada diakhir zaman. Dan berdasarkan Matius 24:19-22 Gereja Tuhan terbagi dalam 3 golongan :
  1. Perempuan Mengandung, ayat 19a
  2. Perempuan Menyusui, ayat 19b
  3. Orang Pilihan, ayat 22

1.         Perempuan Mengandung.

“Wai bagi segala perempuan yang mengandung ..... “. Matius 24:19a

Perempuan menunjuk pada Gereja Tuhan. Perhatikan surat kiriman Rasul Paulus kepada sidang jemaat di Korintus dalam 2 Korintus 11:2 : “Karena aku cemburu kepada kamu dengan suatu cemburuan ilahi, sebab sudah aku tunangkan kamu dengan seorang laki-laki, hendak menghadapkan kamu seperti seorang perawan yang suci kepada Kristus”.
Sidang jemaat Tuhan di Korintus yang terdiri dari laki-laki dan perempuan sudah dibawa oleh Rasul Paulus menjadi seorang perawan (perempuan) yang suci dipertunangkan dengan Kristus.

Perempuan yang sedang mengandung didalam rahimnya terdapat benih (janin). Bayi yang masih ada didalam kandungan ibunya belum memahami apa-apa, belum tahu terang dan gelap, belum bisa membedakan apa-apa. Benih adalah berbicara tentang Firman Tuhan, perhatikan Lukas 8:11 : “Maka inilah arti perumpamaan itu: Adapun benih itulah Perkataan Allah”.

Dalam pengertian rohani adalah menujuk pada orang percaya (gereja Tuhan) yang sudah menerima Tuhan Yesus Kristus dan sudah memiliki benih Kebenaran (Firman Tuhan) didalam hidupnya tetapi belum bisa membedakan terang dan gelap, belum bisa membedakan mana yang berkenan kepada Tuhan dan mana yang tidak berkenan kepada Tuhan. Kehidupannya masih berkecimpung didalam dosa. Gereja Tuhan yang belum memiliki pertobatan yang sungguh dalam hidupnya.

Pada hari Minggu pergi ke gereja tetapi malam harinya pergi ke tempat-tempat hiburan malam. Masih suka pergi ke dukun untuk mencari kesembuhan. Masih melakukan perbuatan-perbutan yang tidak berkenan kepada Tuhan. Bagaikan bayi yang ada dalam kandungan yang belum tahu apa-apa. Seperti penduduk kota Niniwe dalam Yunus 4:11“Entah tiadakah Aku ini sayang akan Ninewe, negeri besar ini, dalamnya adalah lebih dari pada seratus dua puluh ribu orang isinya, yang belum tahu membedakan antara tangan kanan dengan tangan kirinya, tambahan lagi ada banyak binatangnya?”
Penduduk kota Niniwe belum bisa membedakan antara tangan kanan dan tangan kiri. Mereka belum tahu membedakan mana yang benar dan mana yang salah, mana yang berkenan kepada Tuhan dan yang tidak.

Inilah yang biasa disebut orang Kristen Keturunan atau Kristen Tanpa Pertobatan (KTP).
Mereka merasa sudah mengenal Tuhan, menjadi orang beriman tetapi dalam kehidupannya baik perkataan, pikiran bahkan perbuatan mereka menyangkal Tuhan. Perhatikan Rum 1:21 dan Titus 1:16.

Apabila dihubungkan dengan Pelajaran Tabernakel maka Perempuan Mengandung (Gereja Mengandung) ini baru sampai di Halaman dan setinggi-tingginya hanya sampai pada Kolam Pembasuhan (Baptisan Air). Halaman masih terkena panas dan hujan, masih mudah terkena debu dan kotoran karena belum ada Tutupan Kemah. Gereja Mengandung masih gampang terpengaruh dengan hawa nafsu daging dan pengaruh dunia, perhatikan Galatia 5:19-21, Rum 1:28-32.

Kehidupan Rohaninya paling tinggi hanya sampai pada baptisan air sehingga diperingatkan oleh Firman Tuhan dalam Rum 8:9, bahwa jikalau seorang tidak memiliki Roh Kristus, maka belum sepenuhnya menjadi milik Kristus.

Karena belum memiliki Roh Kudus sehingga Gereja Mengandung ini belum mampu menghadapi berbagai macam tantangan dan pencobaan. Contoh tentang Rasul Petrus pada waktu belum menerima Roh Kudus. Petrus menyangkal Tuhan sampai tiga kali pada waktu imannya ditampi, Lukas 22:31 : “Simon, Simon, lihat, Iblis telah menuntut untuk menampi kamu seperti gandum”,
Dalam ujian (tampian) ini Petrus gugur tetapi kemudian dia bertobat dan kembali kepada Tuhan. Bandingkan dengan setelah Petrus menerima Roh Kudus.

Dalam Wahyu 11:1-2, Halaman Tabernakel ini tidak akan diukur oleh Tuhan, tetapi akan diserahkan untuk dipijak-pijak selama 3 ½ tahun (Zaman Antikrist). Itu sebabnya dikatakan kepada Gereja Mengandung ini “Wai” yang artinya “Celaka”.

Gereja Mengandung harus berusaha meningkatkan kehidupan Rohani mereka dan menuju kepada kesempurnaan. Jangan hanya puas pada pengajaran-pengajaran dasar tetapi harus semakin maju dan bertumbuh dalam iman. Perhatikan Ibrani 6:1-5.
  
2.         Perempuan Menyusui

“Wai bagi perempuan yang menyusui anaknya” Ayat 19b


Gereja Tuhan yang sudah memiliki Firman Tuhan dalam hidupnya. Dan membawanya mengalami kelahiran baru dalam Tuhan, perhatikan 1 Petrus 1:23 : “Karena kamu telah dilahirkan kembali bukan dari benih yang fana, tetapi dari benih yang tidak fana, oleh firman Allah, yang hidup dan yang kekal”.
Sudah mengalami kelahiran baru dalam air (Baptisan Air) kemudian meningkat sampai pada kelahiran baru dalam Roh (Baptisan Roh). Tetapi digambarkan seperti bayi yang masih menyusu.

Ini adalah berbicara tentang Gereja Tuhan yang sudah lahir baru dari Air dan Roh tetapi sifatnya masih Kanak-Kanak Rohani.

Beberapa sifat dari kanak-kanak rohani adalah sebagai berikut :

a.    Kanak-kanak biasanya belum mempunyai pendirian yang kuat. Demikian juga kanak-kanak Rohani belum memiliki pendirian yang kuat dalam Firman Tuhan, perhatikan Efesus 4:14.
  • Mudah diombang-ambingkan dengan berbagai macam pengajaran manusia dan gampang terpedaya oleh tipu daya manusia.
  • Belum dapat membedakan mana pelajaran langsung dari Tuhan  Galatia 1:11-12, mana pelajaran akal-akal manusia Matius 15:8–9, 13-14 atau pelajaran setan-setan 1 Timotius 4:1-5.
   Gereja kanak-kanak rohani tidak mempunyai pendirian dalam kebenaran Firman Allah atau pengajaran yang benar sehingga pengajaran apa saja yang datang diterimanya.

b.   Hanya menyukai makanan yang lembut, masih ada iri dengki, pertengkaran dan pihak-memihak, perhatikan 1 Korintus 3:1-4.
  • Susu kuberikan. Tidak suka menerima pemberitaan Firman Allah yang keras. Tetapi suka Firman Allah yang dibawakan secara lemah lembut saja. Apabila firman Allah dibawakan dengan keras apalagi menegur dosa-dosanya, maka ia akan pergi meninggalkan persekutuan. Sehingga tidak pernah bertumbuh imannya. Firman Tuhan adakalanya harus disampaikan dengan tegas dalam urapan Roh Kudus untuk membawa pada pertumbuhan iman menuju kesempurnaan, perhatikan Titus 1:13.
  • Masih ada iri dan dengki. Sehingga menyebabkan perceraian dan pertengkaran.
  • Ada yang suka pihak-memihak. Ada sebagian yang berpihak kepada Rasul Paulus, sebagian kepada Rasul Petrus dan sebagian lagi kepada Apollos. Ini harus dihindari karena merupakan tipu daya iblis untuk memecah belah sehingga tidak ada kebersamaan dalam gereja Tuhan.
c.    Masih suka saling lapor-melapor satu dengan yang lain, 1 Korintus 6:1-8.
  • Tidak mengeluarkan buah-buah perdamaian.
  • Seringkali apabila ada persoalan dalam gereja harus melibatkan orang lain untuk menyelesaikan persoalan tersebut. Bahkan sampai dibawa ke meja hijau. Sedangkan dunia satu saat nanti akan dihakimi oleh orang percaya bahkan orang-orang suci akan menghakimi malaekat Tuhan.
  • Belum ada yang bijaksana dalam menghadapi persoalan dalam pelayanan. Selalu melibatkan orang diluar perhimpunan. Sedangkan Tuhan menghendaki apabila ada persoalan dalam pelayanan sedapat mungkin diselesaikan secara intern, perhatikan Matius 18:15-18.
  • Tidak ada yang mau mengalah, egois dan mau menang sendiri. Merasa diri selalu yang paling benar.

 

d.      Tidak pernah mau maju lagi dan tetap menjadi kanak-kanak rohani, Ibrani 5:11–14.
  • Sudah berat pendengaran. Kehidupan rohaninya tidak ada kemajuan tetapi merasa bangga dan puas dengan keadaanya, karena sudah sulit diberikan pengertian tentang kesempurnaan.
  • Kalau ditimbang lamanya seharusnya sudah menjadi guru. Masih harus diajarkan pengajaran-pengajaran dasar tentang keselamatan. Sudah mengalami kelahiran baru dari air dan Roh tetapi tidak meningkat pada karunia-karunia Roh sehingga tidak mengeluarkan Buah-Buah Roh.
  • Belum mengerti tentang perkataan dari hal hakekat. Adalah berbicara tentang tujuan Firman Tuhan yang akan membawa kehidupan gereja Tuhan menuju pada Kesempurnaan dan menikah dengan Tuhan Yesus Kristus. Kanak-kanak belum bisa memahami tentang maksud pernikanan. Tetapi selalu merasa bangga karena sudah berpengalaman.
  • Belum dapat membedakan mana yang baik dan mana yang jahat, mana yang benar dan mana yang salah. Asal menerima saja, tidak bisa membedakan mana pengajaran dari Tuhan dan mana pengajaran akal-akal manusia (Matius 15:8-11) atau pengajaran setan-setan (1 Timotius 4:1-4).
Kepada Gereja Menyusui inipun terancam kata “Wai” yang artinya “Celaka”. Karena kanak-kanak tidak akan menikah dengan Tuhan Yesus Kristus, perhatikan Kidung Agung (SAS) 8:8). Dan akan menjadi benih gereja yang tertinggal dalam Wahyu 12:17.
Sebab itu harus sadar dan berusaha meningkatkan kehidupan Rohani mereka menuju pada pendewasaan Rohani.

3.         Orang-orang Terpilih

“sebab sekalian orang terpilih disingkatkan masa itu” Ayat 22

Gereja Terpilih adalah mereka yang sudah menjadi dewasa rohani, sudah mengalami kelahiran baru dari air dan Roh dan memperolah Anugerah Roh Kudus. Dalam ukuran Gereja Hujan Awal sudah dibawa sampai dipertunangkan dengan Tuhan Yesus Kristus, 2 Korintus 11:2. Dalam Pelajaran 7 Tingkat Iman sudah membawa kehidupan Rohaninya sampai pada tingkat iman ke-6. Dan sudah mengeluarkan Buah-Buah Rohani yaitu :

a.   Buah-buah Pertobatan. Perhatikan dalam Matius 3:8 : “Keluarkanlah olehmu buah-buahan yang berpadan dengan tobat”. Apabila tidak mengeluarkan buah pertobatan ini maka akan di tebang, Matius 3:10.
b.     Buah-Buah Pelayanan, Yahya 15:16 : “Bukannya kamu ini yang memilih Aku, melainkan Aku inilah yang memilih kamu serta menetapkan kamu, supaya kamu pergi mengeluarkan buah, dan buahmu itu kekal adanya, supaya barang apapun yang kamu pohonkan kepada Bapa dengan namaKu, Ia karuniakan kepada kamu”. Tidak mengeluarkan buah pelayanan akan dikerat, Yahya 15:3.
c.  Buah-Buah Roh Kudus, Galatia 5:22-23 : “Tetapi buah-buah Roh, ialah kasih, sukacita, perdamaian, panjang hati, kemurahan, kebaikan, setiawan”.
“lemah lembut, tahan nafsu. Maka tiada ada hukum yang melarangkan yang demikian”. Tidak mengeluarkan Buah-Buah Roh akan dikutuk, perhatikan Matius 21:19.

Pada akhir zaman ini tidak hanya dipertunangkan dengan Tuhan, tetapi akan dibawa pada Kesempurnaan pada Kegerakan Besar dalam rahasia Daniel 9:22-27. Dan menuju pada pernikahan dengan Tuhan Yesus Kristus. Perhatikan Efesus 5:22-23, 1 Tesalonika 5:23-24, Wahyu 12:1-2 yang berhubungan dengan Yesaya 54:5, 62:5.

Gereja Terpilih atau Gereja Penganten ini yang akan diangkat ke awan-awan berdasarkan Wahyu 12:6, 14 dan Matius 24:27-31. Perhatikan juga ungkapan rahasia dalam Syirul Asyar Solaiman 8:5 (diterangkan secara khusus).

Gereja Terpilih ini akan memegang peranan yang penting dalam Kegerakan Besar. Yaitu memimpin Gereja Mengandung dan Gereja Menyusui dalam Kegerakan Besar. Digambarkan seperti umat Israel yang mengadakan masa raya Pondok Daun-daunan dalam Zakaria 14:16-19 dan Imamat 23:33-36. Hari Raya Pondok Daun dirayakan setahun sekali dan diadakan selama 7 hari di Yerusalem.
  • Angka 7 menunjuk angka sempurna, berbicara tentang pekabaran sempurna yaitu Kabar Penganten yang akan membawa gereja Tuhan pada kesempurnaan menjadi Penganten Kristus.
  • Yerusalem menunjuk pada Kegerakan Besar
  • Bangsa Israel menunjuk pada Gereja Terpilih
  • Bangsa Mesir menunjuk pada Gereja Mengandung
  • Bangsa-bangsa lain menunjuk pada Gereja Menyusui
Jikalau bangsa Mesir dan bangsa-bangsa lain tidak turut merayakan masa raya pondok daun, maka mereka akan terkena bala. Ini adalah berbicara bahwa apabila Gereja Mengandung dan Gereja Menyusui tidak bergabung dalam kabar kesempurnaan (Kabar Penganten) pada Kegerakan Besar mereka akan terkena bala dan tidak mengalami hujan akhir atau pemulihan gereja Tuhan. Akhirnya akan tertinggal dan masuk pada zaman antikris. Karena hanya Gereja Terpilih atau Gereja Penganten yang akan diangkat waktu kedatangan Tuhan menjemput GerejaNya.

Kalau Gereja Mengandung dan Menyusui diperingatkan dengan kata “wai” atau “celaka”, maka Gereja Terpilih juga harus berhati-hati jangan sampai pikirannya disesatkan dan kehilangan kesetiaanya kepada Kristus, perhatikan nasehat Rasul Paulus dalam 2 Korintus 11:2. Dan juga harus berhati-hati jangan sampai menjadi 5 perempuan yang bodoh dalam Matius 25:1-13.

Memperhatikan pembahasan tentang tiga macam gereja Tuhan akhir zaman ini, Firman Tuhan memberikan nasehat bagi kita supaya terus berusaha meningkatkan kehidupan rohani kita menuju pada kesempurnaan, perhatikan Ibrani 6:1-5. Dan tetap setia sampai kepada langkah yang terakhir, Matius 24:13.

Tuhan memberkati.

Baca juga artikel terkait :
Gereja Tuhan Akhir Zaman berdasarkan Pengungkapan Kidung Agung 4:1-2.




Tidak ada komentar:

Poskan Komentar