SELAMAT DATANG

Selamat Datang di Blog "Nafiri Sion"... blog yang berisi Pengajaran Kabar Penganten Kristus... hanya untuk berbagi informasi dan sharing tentang Kebenaran Firman Tuhan... Tuhan Yesus memberkati

Rahasia Keselamatan Dari Zaman Ke Zaman - Yesaya 28:10-12

 
PENGUNGKAPAN RAHASIA
KESELAMATAN DARI ZAMAN KE ZAMAN
Yesaya 28 : 10 - 12
28:10 Karena adalah hukum bertambah hukum dan hukum bertambah hukum, syarat bertambah syarat dan syarat bertambah syarat, di sini sedikit, di sana sedikit.
28:11 Maka sebab itu Iapun akan berfirman kepada bangsa ini dengan lidah yang ajaib dan dengan bahasa yang lain.
28:12 Ia yang sudah berfirman kepada mereka itu demikian: Bahwa inilah perhentian; berikanlah perhentian kepada orang yang lelah; dan di sini adalah kesenangan! tetapi tiada mereka itu mau mendengar.


Rencana Allah untuk menyelamatkan umat manusia dari zaman ke zaman, yang dinubuatkan dalam Yesaya 28:10-13 adalah suatu rahasia yang sangat penting karena didalamnya terbukalah rahasia besar yang diungkapkan oleh Tuhan tentang keselamatan manusia terutama mulai dari Adam dikeluarkan dari Taman Eden sampai zaman Antikris. Rahasianya nampak pada ayat yang ke 11 : Maka sebab itu Allahpun berfirman kepada bangsa ini dengan lidah yang ajaib dan dengan bahasa yang lain. Hal ini diwujudkan kenyataannya pada hari Pentakosta didalam Kisah Rasul 2:1-4, terutama ayat 4 : “Maka mereka itu sekalianpun penuhlah dengan Rohulkudus, sehingga mereka itu mulai berkata-kata dengan berbagai-bagai bahasa, sebagaimana yang diilhamkan oleh Roh kepadanya akan bertutur”.

Dan dijelaskan oleh Rasul Petrus dalam Kisah Rasul 2:14-36 dan dalam Kisah Rasul 2:37-39 sehingga kira-kira 3000 orang yang bertobat mendapat Baptisan Rohulkudus ditandai dengan munculnya bahasa yang ajaib karena bahasa yang diungkapkannya itu adalah bahasa yang tak pernah mereka pelajari.

Apabila tak ada ayat 11 yang berbicara tentang bahasa yang ajaib, sudah tentu Yesaya 28:10-13 ini hanya berlaku pada zaman Torat dan ini berlaku khusus kepada Umat Israel yang pertama.

Baptisan Rohulkudus yang terjadi dalam Kisah Rasul 2 adalah khusus bangsa Israel akan tetapi dalam Kisah Rasul 10:44-45, dan 19:1-7, ternyata berlaku juga untuk orang-orang kafir. Ini adalah pengembangan dari rencana Allah untuk menyelamatkan segala bangsa dan lidah yang ajaib itu berkembang. Oleh sebab itu Yesaya 28:10-13 menyangkut keselamatan segala bangsa.

Kalau dalam Kisah Rasul 2 mulainya zaman Rohulkudus dan adanya Baptisan Rohulkudus dan berkata-kata dengan berbagai-bagai bahasa (yang disuratkan ada 17 bahasa) akan tetapi ini dalah bahasa dunia tetapi dalam 1 Korintus 13:1 ditambah lagi dengan bahasa malaekat.

1 Korintus 13:1 : Jikalau aku berkata-kata dengan segala bahasa manusia dan malaekat sekalipun, tetapi aku tiada menaruh kasih, niscaya aku sudah menjadi seperti gong yang be rbunyi atau genta yang gemerincing”.

Hal ini harus kita perhatikan baik-baik sebab sekali kelak kita akan ke sorga, dimana kita bercakap-cakap atau berbicara dengan bahasa malaekat, ini menunjukkan Ibrani 6:1-5,   1 Korintus 13:1 bukan saja untuk Umat Israel, sidang jemaat Korintus sebab sidang jemaat Korintus adalah asal orang kafir.

Bahasa yang ajaib adalah bahasa dunia dan bahasa malaekat yang dikaruniakan oleh Tuhan untuk gerejanya (Israel dan kafir).

Untuk mengetahui rahasia Keselamatan ini dimana Tuhan menciptakan langit dan bumi ini selama 7 hari yang biasa disebut Minggu Kejadian, berdasarkan Mazmur 90:4 dan 2 Petrus 3:8. 1 Hari pada pemandangan Tuhan adalah 1000 tahun bagi manusia.

Setelah Adam dan Hawa jatuh kedalam dosa bardasarkan Kejadian 3:5-9 adalah permulaan dari Minggu Ketebusandimulai setelah Adam keluar dari Taman Eden. Jadi sesudah Adam jatuh kedalam dosa, maka Allah mengeluarkan mereka dari Taman Eden, dan mulai saat itu berlakulah Minggu Ketebusan  -  yaitu 7 hari bagi Tuhan = 7000 tahun bagi manusia. Ini didukung oleh sejarah umum yang mengatakan bahwa kira-kira 4000 tahun SM ada, suatu bangsa yang tinggi kebudayaannya, yaitu bangsa Mesir dan berkembang dengan pesat.

Awal kejadian itu mulai dari Mesir, sebab Kain lari ke Mesir setelah ia membunuh Habel dan keturunan Kain berkembang di Mesir. Karena pada masa itu ada perkawinan keluarga sesudah bangsa Israel keluar dari Tanah Mesir maka perkawinan keluarganya dilarang berdasarkan Imamat 18:19.

Suatu contoh perkawinan keluarga yaitu Ibrahim menyuruh Eliezer mencari jodoh untuk anaknya Ishak Kejadian 24. Tetapi perempuan dalam Alkitab tidak termasuk pada warisan tahta keturunan dan itu nampak pada anak-anak Yakub yaitu Dina. Dina tidak masuk dalam 12 suku bangsa Israel, karena perbuatan dosa di Taman Eden.

Tetapi di zaman Rohulkudus kedudukan wanita itu sama dengan pria, tetapi batas-batas pelayanan tidak sama dengan pria, perhatikan 1 Korintus 16:13.
Dimana dikatakan lakukanlah dirimu seperti laki-laki ini menunjuk pada pria dan wanita dan perhatikan 1 Korintus 12:2-31.

Jadi memperhatikan Minggu Kejadian, Minggu Ketebusan masing-masing dengan 7 hari tetapi 1 hari bagi Tuhan = 1000 bagi manusia.

Jadi minggu  ketebusan terbagi atas 4 bagian yaitu :
1.      Zaman Bapa                                 -  2 hari   =   2000 tahun
2.      Zaman Anak                                 -  2 hari   =   2000 tahun
3.      Zaman Rohulkudus                      -  2 hari   =   2000 tahun
4.      1 hari adalah hari perhentian atau 1000 tahun Masa Damai

Jadi jelas disini bahwa zaman Bapa 2000 tahun, zaman Anak 2000 tahun, zaman Rohulkudus 2000 tahun dan 1000 tahun Masa Damai, ini disebut Minggu Ketebusan.

1.      ZAMAN BAPA   -   2000 TAHUN
Mulainya dari Adam dikeluarkan dari dalam Taman Eden sampai zaman Ibrahim.

2.      ZAMAN ANAK   -   2000 TAHUN
Keturunan Ibrahim (ishak) sampai dengan Tuhan Yesus Kristus.

3.      ZAMAN ROHULKUDUS   -  2000 TAHUN
Setelah pencurahan Roh Kudus sampai kedatangan Tuhan Yesus Kristus pada kali yang kedua.

4.      1000 TAHUN  -   MASA DAMAI
Setelah kedatangan Tuhan Yesus Kristus yang kedua kali sampai pada akhir 1000 tahun Masa Damai.

Hal ini perlu diketahui karena pembagian zaman ini mempunyai hubungan yang erat sekali dengan rencana keselamatan dari Allah untuk umat manusia, dari zaman datang kepada zaman.

I.     ZAMAN BAPA  -   2000 TAHUN

Keselamatan itu hanya ditentukan oleh iman yang tulus dihadapan Allah - “Selamat”. Tanpa melalui Baptisan air, Baptisan Rohulkudus dan Karunia-Karunia Rohulkudus, akhir dari pada zaman Bapa dimasa transisi ditambah dengan hukum sunat perhatikan Kejadian 17:10-14. Dalam Ayat 14 apabila tidak disunat akan ditumpas. Hukum yang diberikan adalah Hukum Sunat.

Kejadian 17:10-14 :

“Maka inilah perjanjianku antara Aku dengan dikau dan dengan anak cucumu kemudian daripadamu, yang patut dipeliharakan oleh kamu, yaitu segala anak laki-laki diantara kamu itu hendaklah disunatkan”. Ayat 10
“Hendaklah kamu menyunatkan daging kulupmu akan tanda perjanjian yang antara Aku dengan dikau”. Ayat 11
“Maka anak laki-laki yang umur delapan hari itu patut disunatkan, yaitu segala laki-laki dalam bangsamu, dan orang yang diperanakkan dalam rumahmu dan yang dibeli dengan uang kepada segala orang dagang, yang bukan daripada anak buahmu”. Ayat 12
“Baik orang laki-laki yang jadi dalam rumahmu baik yang dibeli dengan uang, tak dapat tiada disunatkan juga, supaya perjanjianku dalam tubuhmu itu menjadi satu perjanjian yang kekal adanya”. Ayat 13
“Adapun segala orang laki-laki yang berkulup dan yang daging kulupnya tiada disunatkan, ia itu akan ditumpas dari antara bangsanya, karena telah diubahkannya perjanjianku”. Ayat 14

Jadi pada zaman Bapa hukum yang berlaku adalah Iman dan hukum sunat (sunat hanya untuk laki-laki). Jadi mereka yang hidup pada zaman itu, mereka itu selamat hanya memakai hukum Iman dan sunat, dan kalau orang hidup dalam zaman Rohulkudus dan melakukan hukum iman dan sunat tidak akan selamat.

Sebab itu dikatakan hukum bertambah hukum syarat bertambah syarat disana sedikit disini sedikit.

II.    ZAMAN ANAK  -  2000 TAHUN

Dimulai dari keturunan Ibrahim yaitu Ishak sebagai anak tunggal yang dikasihi, Kejadian 22:2, sampai dengan Tuhan Yesus Kristus sebagai Anak Tunggal Bapa di Surga Yahya 3:16. Keselamatan ditentukan oleh hukum taurat dengan segala syariatnya, perhatikan Kejadian 19:5  : Maka sekarang, jikalau selalu kamu turut firman-Ku serta kamu memeliharakan perjanjian-Ku, maka dari pada segala bangsa kamulah menjadi milik-Ku, karena segenap bumi juga Aku yang empunya dia.
Hukum yang diberikan adalah hukum Torat - Kitab Keluaran sampai Kitab Maleakhi dan pada masa Transisi Injil diberikan. Mereka yang hidup dimasa itu melakukan Torat dan syarat-syaratnya dengan sungguh-sungguh akan selamat dan pada masa transisi ditambah dengan hukum Baptisan air yang diawali oleh pelayanan Yohanes Pembaptis sebagai pembuka jalan.

III.   ZAMAN ROHULKUDUS  -  2000 TAHUN

Dari pencurahkan Roh Kudus sampai kedatangan Tuhan Yesus Kristus yang kedua kali. Hukum keselamatan yang berlaku adalah hukum Anugerah dan Kebenaran berdasarkan Yahya 1:17 : Karena Taurat sudah diberi oleh Musa, tetapi anugerah dan kebenaran sudah didatangkan oleh Yesus Kristus.

Dan yang menjadi ukuran keselamatan adalah Yahya 3:5,7 dan Kisah 2:37-38 :

“Setelah didengarnya demikian, maka pedihlah hati orang sekalian, lalu berkatalah mereka itu kepada Petrus dan rasul-rasul yang lain itu : Hai tuan-tuan dan saudara sekalian, apakah yang wajib kami perbuat ?” Ayat 37
“Maka kata Petrus kepada mereka itu : “Hendaklah kamu bertobat dan berbaptis masing-masing  kamu dengan nama Yesus Kristus akan jalan keampunan dosamu lalu kamu akan beroleh anugerah Rohulkudus”. Ayat 38

Oleh karena itu yang hidup di zaman Rohulkudus tanpa melakukan Kisah 2:37-38 tidak akan selamat.
Hukum yang dipakai adalah 4 injil yang dipraktekkan dalam Kisah segala Rasul dan suratan Rum sampai dengan Wahyu.

Dalam Ibrani 8:6-13 terutama dalam ayat 13 dengan menyebut Perjanjian Baru berarti yang lama itu akan lenyap.

Ibrani 8:13 : “Dengan menyebutkan perkataan “Perjanjian Baru” itu, Ia telah mengatakan yang pertama itu lama, adapun barang yang menjadi lama dan sudah tua itu hampir akan lenyap”.

Jadi kesimpulannya adalah sebagai berikut:
  1. Zaman Bapa diselamatkan melalui Iman dan Sunat
  2. Zaman Anak diselamatkan melalui Hukum Torat dan syarat-syaratnya diakhiri dengan Babtisan air.
  3. Zaman Rohulkudus diselamatkan melalui
Kisah Rasul 2:38 : Bertobat, Berbaptis dan beroleh Anugerah Rohulkudus.

“Maka kata Petrus kepada mereka itu : “Hendaklah kamu bertobat dan berbaptis masing-masing kamu dengan nama Yesus Kristus akan jalan keampunan dosamu lalu kamu akan beroleh anugerah Rohulkudus”.

Setiap orang yang berada pada Zaman itu dibenarkan dengan hukum yang berlaku pada masa itu seperti apa yang disuratkan oleh Rasul Paulus dalam Rum 15:18 :

“Karena tiada aku berani mengatakan barang apapun, kecuali yang sudah diadakan oleh Kristus dengan diriku, akan menjadikan orang kafir itu penurut, dengan perkataan dan perbuatan”.

Dengan perkataan dan perbuatan yang artinya melakukan hukum keselamatan itu dengan bersungguh-sungguh seperti suratan Rasul Paulus dalam 1 Korintus 11:1 : “Hendaklah kamu menurut teladanku, seperti akupun menurut teladan Kristus”.

Satu contoh di zaman Anak orang yang melanggar hukum torat dan syarat-syaratnya berdasarkan kesalahannya, ada yang harus membayar denda, ada yang harus dirajam sampai mati.

Jadi mereka yang tidak mengamalkan hukum pada masing-masing periode itu tidak akan diselamatkan. Jadi jelas kita yang hidup diakhir zaman ini atau hidup dizaman Rohulkudus harus melakukan hukum keselamatan itu menurut Kisah Rasul 2:38. Dan kalau kita hanya melakukan hukum Zaman Anak atau Zaman Bapa kita tidak akan diselamatkan. Jadi kita harus melakukan menurut perkembangan hukum, memang berdasarkan Amsal Solaiman 30:5-6, Wahyu 22:18-19, Matius 15:13-14 kita tidak boleh menolak kebenaran Firman Allah dalam Perjanjian Lama karena itu adalah gambaran atau rencana Allah untuk menyelamatkan umat manusia dari zaman datang kepada zaman.

Amsal Solaiman 30:5-6 :
“Segala firman Allah itu amat suci adanya, maka Ialah laksana perisai bagi segala orang yang berpaut kepadanya”. Ayat 5
“Jangan apalah engkau menambahi firmannya itu dengan barang sesuatu, supaya jangan dihukumkannya engkau dan didapatinya akan dikau seorang pembohong”. Ayat 6

Wahyu 22:18-19 :
“Maka aku menyatakan kepada tiap-tiap orang yang mendengar perkataan nubuat didalam kitab ini, bahwa jikalau barang seorang menambah apa-apa kepada perkataan itu, niscaya Allah akan menambah kepadanya berbagai-bagai bala yang tersurat didalam kitab ini”. Ayat 18
“Dan jikalau barang seorang mengurangkan daripada perkataan didalam kitab nubuat ini, niscaya Allah akan menghilangkan bagiannya daripada pohon hayat dan daripada negeri yang kudus, yaitu yang tersurat didalam kitab ini”. Ayat 19

Matius 15:13-14:
“Maka jawab Yesus, katanya : “Sesuatu tanaman yang tiada ditanam oleh Bapaku yang disurga, ialah akan dicabut”.    Ayat 13
“Biarkanlah orang itu. Mereka itu pemimpin buta daripada orang yang buta. Jikalau orang buta memimpin orang buta, niscaya keduanyapun akan jatuh kedalam lubang”. Ayat 14

Jika kita perhatikan Kisah Rasul 2:38 adalah sebagai berikut :

1.      Bertobat =  menyangkut Kitab Kejadian  -  menyangkut zaman Bapa  -  menyangkut zaman Anak  -  menyangkut zaman Rohulkudus.
2.      Berbaptis  =  menyangkut zaman Anak  -  menyangkut zaman Rohulkudus dengan memperhatikan Yahya 1:17 : Karena Torat sudah diberi oleh Musa, tetapi anugerah dan kebenaran sudah didatangkan oleh Yesus Kristus”.
3.      Beroleh Anugerah Rohulkudus.

Dunia mempunyai perkembangan hukum dari zaman batu menuju hukum adat lalu berkembang menjadi hukum negara lalu menjadi hukum internasional yang disusun menurut perkembangannya. Begitu juga didalam Alkitab (Firman Allah). Satu contoh di Indonesia ada hukum keselamatan, Hukum pada masa penjajahan dan hukum pada masa Revolusi dan setelah kemerdekaan hukum yang ada sebelumnya tidak dipakai lagi sesudahnya. Hanya yang penting saja karena hukum itu semakin hari semakin disempurnakan untuk membatasi tindakan sewenang-wenang untuk menuju masyarakat yang adil dan makmur.

Demikian juga perkembangan hukum keselamatan sampai kita di sempurnakan pada masa  Tuhan Yesus datang berdasarkan 1 Tesalonika 5:23-24 :

“Maka Allah sendiri yang pohon sejahtera itu, menguduskan kiranya kamu dengan sempurnanya, dan segenap roh dan nyawa dan tubuh kamu terpelihara dengan tiada bercacat cela pada masa kedatangan Tuhan kita Yesus Kristus”. Ayat 23
“Maka Allah yang memanggil kamu itu setia, dan Ialah juga akan menyempurnakan itu”. Ayat 24

Perhatikan dalam zaman Bapa - Henock hidup dengan Allah yang disebutkan kekasih Tuhan dan itu dikatakan penganten Tuhan berlaku untuk satu bangsa – bangsa Israel, Yermia 2:2 :  “Pergilah engkau, berserulah sampai kedengaran kepada segala orang isi Yerusalem, bunyinya : Demikianlah firman Tuhan : Bahwa Aku lagi ingat akan rindumu tatkala engkau muda, akan kasihmu tatkala engkau penganten, tatkala engkau mengikut Aku dipadang Tiah, yaitu dipadang Tekukur”.

Tetapi di Zaman Rohulkudus Gereja Tuhan akan ber-tunangan dan menikah dengan Tuhan berdasarkan Wahyu 12:1, 19:6-16 untuk segala bangsa.

Jadi apabila kita yang hidup di Zaman Rohulkudus lalu kemudian melakukan hukum pada zaman Bapa dan zaman Anak, dikatakan Rasul Paulus adalah melanggar hukum karena membangun barang yang sudah dirusakkan, Galatia 2:18  : “Karena jikalau aku membangunkan pula barang yang telah aku rusakkan itu, niscaya nyatalah aku menjadi pelanggar hukum”.

Kenapa Tuhan menghendaki menuju pada kesempurnaan berdasarkan Ibrani 6:1-5 suatu contoh suratan Rasul Paulus dalam Galatia 2:18, Rum 10:4 dan Epesus 2:15.

Rum 10:4 : Karena Kristus itulah penyudah Torat, menjadi kebenaran bagi tiap-tiap orang yang percaya”.

Epesus 2:15 : Sesudah dilenyapkan hukum Torat dengan segala syaratnya, supaya dijadikannya didalam Dirinya kedua pihak itu satu manusia yang baharu dengan mengadakan perdamaian

Menilik ayat ini seakan-akan ayat Firman Allah dalam Perjanjian Lama tidak berlaku lagi seperti suatu bangunan yang sudah dihancurkan, lalu dibangun kembali tentu ditertawakan orang. Perhatikan Yahya 1:17 : “Karena Torat sudah diberi oleh Musa, tetapi anugerah dan Kebenaran sudah didatangkan oleh Yesus Kristus”.

Bahwa dalam zaman Anak ada hukum Torat Musa akan tetapi zaman Rohulkudus adalah hukum Anugerah dan kebenaran yang dikorbankan bukan lagi binatang akan tetapi Tuhan Yesus Kristus. Itu sebabnya kalau dikembalikan ke hukum Torat ini akan menghina pengorbanan Tuhan Yesus Kristus di Bukit Joljuta. Itulah yang disebut melanggar hukum. Oleh karena itu pokok keselamatan bukan lagi menurut hukum zaman Bapa atau zaman Anak, tetapi menurut hukum zaman Rohulkudus yang bertitik tolak dalam Kisah Rasul 2:38, 32-40 termasuk pada zaman Bapa, Baptisan air termasuk zaman Anak (mendengar firman Allah sampai pada Baptisan air), Anugerah Rohulkudus termasuk pada zaman Rohulkudus (mendengar Firman Allah sampai pada Gereja Yang sempurna) perhatikan Pelajaran 7 Tingkat Iman.

Gambar 7 Tingkat Iman


Oleh karena itu kita yang berada di zaman Rohulkudus pekabaran harus dibawa sampai pada kesempurnaan, sampai Gereja Tuhan bertunangan dengan Tuhan sampai pernikahan -  2 Korintus 11:2, Epesus 5:22-23, Wahyu 12:1-2, Wahyu 19:6-8, yang dimaksud isterinya sudah sedia itu adalah Gereja Tuhan yang sudah sempurna yang telah mengeluarkan Buah-buah Rohulkudus dalam kesembilan Buah-Buah Rohulkudus, yang termasuk buah-buah Rohulkudus adalah setiawan dan mempertahankan sampai pada kesudahan (akhir) Matius 24:13 : “Tetapi barang siapa yang bertekun sampai keakhir, ialah akan diselamatkan”.

Kesetiaan itu sangat menentukan keselamatan dan buah Kasih itu sangat dihubungkan dengan 1 Korintus 13:1-13, dan buah Roh Kasih ini akibat dari bertobat, berbaptis, beroleh anugerah Rohulkudus. Karunia Rohulkudus mencakup Baptisan Rohulkudus Kisah Rasul 2:1-4, Kisah Rasul 10:44-48, Kisah Rasul 19:1-7.

Baptisan Rohulkudus bertitik tolak pada Anugerah Rohulkudus, dengan memperhatikan Kisah Rasul 10:44 : Sedang Petrus lagi mengatakan perkataan itu, turunlah Rohulkudus keatas sekalian orang yang mendengar perkataan itu”.

Dan berakhir dengan mengeluarkan buah-buah Rohulkudus. Itu sebabnya Anugerah Rohulkudus meliputi Baptisan Rohulkudus - 1 Korintus 12:8-11, Jawatan Tuhan, 1 Korintus 12:5 dan Epesus 4:11-12 dan Buah-Buah Rohulkudus dalam Galatia 5:22-23 dan hubungkan ini dengan 1 Korintus 13:1-13 dan mencakup seluruh Alkitab.

Itu sebabnya pekabaran penganten harus berdiri diatas kebenaran firman Allah yang terdiri dari 66 kitab, yang rahasianya terdapat dalam pelajaran Kaki Dian, dimana kelopak kuntum dan bunga yang terdiri dari 66 bahagian yang berbicara 66 kitab dan ketujuh Pelita ini berisi Minyak Zaitun menunjuk pada pekerjaan Rohulkudus yang sempurna. Itu sebabnya dalam Mazmur 43:3 : “Suruhkanlah terangmu dan kebenaranmu, supaya keduanya itu memimpin aku dan membawa akan daku ke bukit kesucianmu dan kedalam tempat kediamanmu”.

Terang dan Kebenaran adalah berbicara firman Allah dan Rohulkudus. Itu sebabnya Gereja Penganten harus penuh firman Allah berdasarkan Kolose 3:16 : “Biarlah perkataan Kristus itu diam didalam dirimu dengan limpahnya. Dengan segala hikmat ajar-mengajar dan nasehat- menasehatkan sama sendiri, dengan mazmur dan puji-pujian dan nyanyian rohani menyanyilah dengan syukur kepada Allah didalam hatimu”.

Hendaklah kamu penuh dengan Rohulkudus berdasarkan Epesus 5:18 : “Jangan kamu mabuk anggur, hal itu mendatangkan percabulan, melainkan hendaklah kamu penuh dengan Roh”.

Dan kemudian penuh dengan karunia Roh berdasarkan 1 Korintus 14:12 : “Demikian juga kamu, sedang kamu mengusahakan dirimu akan beroleh karunia rohani, carilah supaya kamu berkelimpahan didala hal meneguhkan sidang jemaat ”.

Perhatikan pengalaman dari Rasul Paulus sewaktu masih ada didalam torat perhatikan 1 Timotius 1:13 : Sungguhpun dahulu aku menjadi penghujat dan penganiaya dan pemaki ; tetapi aku sudah beroleh rahmat oleh sebab aku sudah melakukan perkara itu didalam keadaan yang jahil, sebelum aku beriman”.

Kemudian perhatikan 1 Timotius 1:16-17 : “Tetapi inilah sebabnya aku sudah beroleh rahmat, supaya didalam hal aku terlebih besar dosanya itu, Yesus Kristus menunjukkan sehabis-habis sabarnya, dan aku menjadi suatu teladan bagi segala orang yang percaya akan Dia kelak, menuju hidup yang kekal”. Ayat 16
“Maka segala kehormatan dan kemuliaan bagi Raja yang kekal, yang tiada berkebinasaan dan tiada kelihatan, yaitu Allah yang Esa, selama-lamanya. Amin”. Ayat 17

Apabila diperhatikan ayat ini bahwa Rasul Paulus didalam kehidupannya di zaman Torat, adalah melakukan hukum Torat, dia menjadi penghujat, pemaki, penganiaya hubungkan dengan Galatia 1:13-14 :
“Karena kamu sudah mendengar hal kehidupanku yang dahulu didalam agama Yahudi, bahwa aku terlampau sangat menganiayakan sidang jemaat Allah serta membinasakan dia”, Ayat 13
“dan majulah aku didalam agama Yahudi lebih daripada kebanyakan orang yang sebaya dengan aku, sebab teramat sangat usaha atas segala adat istiadat nenek moyangku”.  Ayat 14

Dalam ayat 14 ini dikatakan majulah aku didalam agama Yahudi lebih daripada kebanyakan orang sebaya dengan aku, sebab teramat sangat usaha atas segala adat istiadat nenek moyangku, bahkan dalam Pilipi 3:4-6, terutama ayat 6 dikatakan dalam syarat Torat aku tidak bercela.

Dalam ukuran zaman Torat pasti ia selamat, tetapi setelah ia menerima anugerrah dan kebenaran melalui kehendaknya di zaman Torat itu disebutkannya hidup di zaman jahil dan tiada beriman, seperti dalam Ibrani 11:39 : “Maka sekalian orang itu, walaupun sudah terpuji oleh sebab imannya, tetapi barang yang dijanji itu mereka itu tiada dapat”.

Dalam ayat yang dikatakan Allah sudah menyediakan barang yang terlebih baik bagi kita, maksudnya supaya mereka itu sempurna dengan tiada cela. Oleh karena itu dalam suratan Rasul Paulus dalam 2 Timotius 4:6-8, dimana ayat 7 : “Aku telah berusaha dengan bersungguh-sungguh didalam peperangan iman, aku telah menyempurnakan usahaku, aku telah memeliharakan iman”.

Inilah akhir hidup dari Rasul Paulus. Jadi dalam Torat meskipun tiada bercela tetapi dalam zaman Anugerah -  Zaman Gereja adalah Zaman Rohulkudus dan bukan dalam seperti Rasul Paulus dari zaman Torat jika dibandingkan dengan Zaman Anugerah, termasuk orang jahil dan tiada beriman sehingga ditekankan dalam 1 Timotius 1:7 : Hendak menjadi pendeta Torat, walaupun mereka itu tiada mengerti barang yang  dikatakannya atau yang disungguhkan-nya dengan yakin”.

Oleh karena itu jangan kembali ke jalan semula dengan memperhatikan 1 Raja-raja 13 dimana azis muda terpengaruh dengan azis tua, makan-minum di rumahnya akhirnya diterkam oleh seekor singa, karena ia kembali pelajari jalan semula terpengaruh oleh azis tua. Demikian juga rahasia 3 orang Majus dilarang kembali menghadap Raja Herodes, tetapi melanjutkan perjalanan mereka setelah melihat  Yesus.

Itu sebabnya kalau kita sudah berada di zaman Rohulkudus dan kembali ke zaman Torat maka kita dikatakan pelanggar hukum, Galatia 2:18. Sama saja kita dalam pengembangan hukum yang sempurna, lalu kembali ke hukum revolusi. Sebab itu sekali lagi perhatikan Ibrani 6:1-5, Langsungkanlah pada Kesempurnaan.


Tuhan memberkati.




Tidak ada komentar:

Poskan Komentar